Sejarah
Era globalisasi seperti dewasa ini menuntut berbagai pihak untuk lebih mampu meningkatkan daya saing yang berkarakter global. Di sisi lain seorang muslim dan muslimah memiliki prinsip dasar dalam melihat arus perkembangan global. Prinsip dasar ini adalah keteguhan dalam menjalankan syariah Allah sesuai dengan refleksi Sunnah Rasulullah. Hingga melihat pergulatan antara globalisasi dengan kepekaan terhadap prinsip syariah, maka PKBM Abu Dzar hadir berusaha menjawab tantangan Pendidikan yang berbasis pada Ulum Syar'i yang dintegrasikan dengan pelajaran-pelajaran umum yang kontekstual.
Cikal-bakal berdirinya PKBM Abu Dzar bermula dari kegelisahan sebagian orangtua siswi SD Islam Abu Dzar yang menginginkan anandanya lanjut ke jenjang lebih tinggi khusus putri yang memiliki kurikulum Tahfiz, Bahasa Arab, dan Diniyah. Di samping melihat fitrahnya seorang Wanita Muslimah yang lebih dominan dekat dengan rumah dan didikan orang tua, namun kewajibannya dalam menuntut ilmu syar'i sama dengan wajibnya bagi laki-laki.
Pembelajaran di bawah payung SMP Islam Abu Dzar menimbulkan beberapa kendala pada bidang kurikulum. Kurikulum mandiri PKBM Abu Dzar agak kesulitan diterapkan pada lembaga pendidikan formal seperti ini. Di sisi lain, orangtua siswi menginginkan kurikulum mandiri berjalan maksimal dan efektif.
Untuk mengakomodasi keinginan orangtua dan keberlangsungan kurikulum mandiri Abu Dzar, SMP Abu Dzar akhirnya mengubah jalur pendidikannya ke jalur pendidikan nonformal. Jalur pendidikan nonformal yang ditempuh oleh PKBM Abu Dzar adalah pendidikan kesetaraan atau yang lebih dikenal dengan PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat). Jam pelajaran yang akan ditempuh dengan sistem ini adalah 42 jam pelajaran perpekan untuk jenjang Paket B (Setara SMP) dengan durasi per jam pelajaran adalah 40 menit, dengan komposisi 33 JP untuk mata pelajaran Tahfizh-Diniyah and 9 JP untuk mata pelajaran Umum. Sedangkan untuk jenjang paket C (Setara SMA) adalah 37 jam pelajaran per pekan dan durasi per jam pelajaran adalah 45 menit dengan komposisi 26 JP Tahfizh-Diniyah dan 11 JP untuk mata pelajaran Umum.
Kurikulum & Komitmen
Seluruh kurikulum mandiri disusun dan diintegrasikan antara mata pelajaran Ulum Syar'i, Tahfizh, Bahasa Arab dengan pelajaran umum secara kontekstual guna mencapai pelayanan bermanhaj Salaf yang berkualitas.
Sistem Pembelajaran Kesetaraan
Penyelenggaraan pendidikan nonformal kesetaraan Paket B berdurasi 42 jam pelajaran per pekan, sedangkan jenjang kesetaraan Paket C berdurasi 37 jam pelajaran per pekan dengan penguatan besar pada materi Diniyah dan Quran.
Akreditasi Lembaga
Sebagai bentuk legalitas dan penjaminan mutu pendidikan kesetaraan nonformal di bawah naungan Kementerian Pendidikan, lembaga PKBM Abu Dzar telah resmi terakreditasi dengan predikat B.
Visi
"Mencetak generasi Qur'ani yang cerdas dan berkualitas sesuai dengan pemahaman salaful ummah."
Misi
- ✔ Mengembangkan lembaga pendidikan Islam yang berkualitas dengan pelayanan prima dan manajemen profesional.
- ✔ Mencetak generasi yang mampu membaca dan menghafal Al-Qur'an dengan baik dan benar.
- ✔ Menerapkan perpaduan kurikulum nasional dan kurikulum mandiri yang berbasis tahfizh, ilmu syar'i dan bahasa Arab.
- ✔ Menumbuhkan kesadaran beribadah dan berakhlak mulia melalui program pembiasaan.
- ✔ Menciptakan suasana pembelajaran yang aktif, kreatif, inovatif dan menyenangkan.
- ✔ Mengembangkan pendidikan yang berorientasi masa depan dan mampu bersaing dengan dunia global melalui life skill dan pemanfaatan teknologi dan informasi.
Output Lulusan PKBM Abu Dzar
Peserta didik yang dinyatakan lulus dari jenjang pendidikan kesetaraan PKBM Abu Dzar dibekali dengan beberapa indikator capaian sebagai berikut:
Struktur Organisasi
(Membawahi Wali Kelas & Konseling)
(Membawahi Pengembangan Kesiswaan)
(Koordinator Bahasa Arab)
(Koordinator Program Al Quran)
(Koordinator Pelajaran Syar'i)
(Koordinator Umum & Nasional)