Di antara ibadah besar di akhir Ramadhan adalah membayar zakat fitri.
Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata:
فرض رسول الله صلى الله عليه وسلم زكاة الفطر طهرة للصائم من اللغو و الرفث، و طعمة للمساكين، من أداها قبل الصلاة فهي زكاة مقبولة و من أداها بعد الصلاة فهي صدقة من الصدقات.
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mewajibkan untuk membayar zakat fitri untuk mensucikan diri orang-orang yang berpuasa dari senda gurau serta kata-kata keji, juga untuk memberi makan orang-orang miskin. Siapapun yang membayarnya sebelum melaksanakan shalat Idul Fitri, maka zakatnya akan diterima. Sedangkan yang membayar setelahnya, maka pahalanya hanya dianggap sebagai pahala sedekah”.
(HR Abu Daud: 1609).
Di balik ibadah ini ada hikmah besar, yaitu:
Mensucikan jiwa orang-orang yang berpuasa
Setiap kita bisa terjatuh pada ucapan yang kotor atau kesia-siaan, oleh karena itu membayar zakat fitri dalam rangka mensucikan dari hal tersebut, Syaikh Muhammad bin Shalih Utsaimin rahimahullahu ta’ala berkata:
فهي كالماء تغسل به الدنس و الوسخ
“Zakat fitrah bagaikan air untuk mencuci noda dan kotoran”.
(Durus Wa Fatawa Al-Haramain Asy-Syarifain: 8/470).
Memberi makan orang-orang miskin
Agar mereka ikut bahagia di hari raya Idul Fitri.
Ustadz Abu Ya’la Kurnaedi, Lc. حفظه الله تعالى.
Source: https://sabilulkhayr.com/2021/05/07/dua-hikmah-zakat-fitri/